Tantangan Menjadi Guru Zaman Now

Tantangan Menjadi Guru Zaman Now


Kelas Virtual

Kelas Virtual adalah kelas online yang memberikan akses kepada anggota (dalam hal ini guru dan siswa) dapat berkomunikasi, berinteraksi dengan konten pembelajaran dan bekerjasama dalam grup. Kelas virtual berbentuk lingkungan pembelajaran online, dimana lingkungan kelas virtual bisa merupakan web-based yang bisa diakses melalui sebuah portal atau berdasarkan software yang perlu diinstall terlebih dahulu. Kelas virtual memanfaatkan teknologi internet sebagai penghubung guru dengan siswanya.

Sama seperti kelas sungguhan, siswa dalam virtual kelas juga berpartisipasi dan mengikuti instruksi yang diberikan guru di kelas virtual, dimana mengharuskan guru dan siswa untuk log in ke dalam lingkungan pembelajaran virtual di waktu yang sama. Kelebihan kelas virtual dari kelas umumnya adalah, guru dan murid tidak harus di satu tempat.
Banyak sekolah dan bisnis telah menerapkan kelas virtual untuk edukasi jarak jauh. Keterbatasan kelas virtual dimana guru dan siswa sedikit bisa berinteraksi seringkali dibantu dengan menggunakan teknologi komunikasi dua arah, seperti web-konferensi, video konferensi, live streaming dan VoIP berbasis web. Siswa tetap bisa berinteraksi secara realtime semisal menggunakan video konferensi. Untuk mendukung proses edukasi, aplikasi kelas virtual juga menyediakan siswa dengan komunikasi seperti message board atau kemampuan chat.
Kelebihan dari kelas virtual adalah guru dan siswa tidak mesti harus di satu tempat. Sehingga jarak dan tempat bisa dijembatani dengan teknologi yang ada di kelas virtual. Untuk Indonesia yang berbentuk kepulauan, adanya kelas virtual bisa menjadi solusi ketimpangan edukasi di Indonesia. (sumber : http://kelasvitrual.blogspot.com/2014/09/kelas-virtual.html)

VCI Batch 4 Jabar

Informasi mengenai kelas virtual baru-baru ini saja saya ketahui, entah karena saya yang tidak peduli dengan ketertinggalan akan teknonogi atau karena saya  merasa cukup mengajar dengan metode lama. pikir saya waktu itu toh mengajar cuma gitu-gitu aja. Pake teknologi atau tidak pun tidak akan menambah income saya.  Buat apa repot-repot belajar lagi ? 
Namun Kepala sekolah waktu itu sangat menekankan untuk mengikuti pelatihan VCT tersebut sehingga akhirnya saya "terpaksa" mengikutinya. 
Mengikuti VCI Batch 4, sebuah pelatihan yang saya sangat ragu untuk mengikutinya. Kenapa ragu ? bukan ragu akan kualitas pelatihannya, namun ragu akan kemampuan diri, apakah saya sanggup nantinya, menyelesaikan tugas-tugas tanpa pernah bertemu dengan para instrukturnya ? mana mungkin? 

keraguan ini lambat laun sirna setelah satu persatu tugas kami selesaikan bersama. luar biasa pelatihan ini, betapa sangat membutuhkan kekompakan semuanya. betapa 4C (Critical Thinking, Creatif, Comunicatif and Collaboratif) memang dibutuhkan dalam pembelajaran abad 21 dan betapa the power of kapepet (kata bunda Lucky, salah satu instruktur hebat kami) bisa merubah kemampuan seseorang. Dari tidak tahu menjadi tahu dan dari sedikit tahu menjadi sebuah kepenasaran yang tak tertahankan.

Itulah yang terjadi dalam diri ini, seakan jiwa ini meronta-ronta penuh kepenasaran tentang pembelajaran dengan menggunakan IT. Aduuh ... kemana saja saya selama ini? ternyata ketika saya teliti lebih jauh, siswa saya sudah sangat kompeten dalam IT, Sehingga ketika pelatihan Batch 4 berakhir dan sertifikat telah ditangan, bagi saya itu merupakan awal perubahan diri yang luar biasa. Saya berjanji akan mengamalkan ilmu yang telah saya dapatkan untuk saya amalkan, bagikan dengan siapa saja yang membutuhkan. Tak terhingga rasa syukur saya kepada Alloh SWT karena telah diberi ilmu ini dan yang lebih penting telah dipertemukan dengan para instruktur hebat ( bunda Yeni, Bunda Lucky, Bunda umi, Bunda Dini, dkk) yang luar biasa ketulusannya dalam berbagi ilmu dan pengalaman kepada kami semua

Saat ini saya tengah menyiapkan program pembelajan berbasis IT yang di adopsi dari pelatihan VCT. materi-materinya sangat relevan dengan Mata Pelajaran yang saya ampu, yaitu Produk Kreatif dan Kewirausahaan di Program Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran. Dalam salah satu Kompetensi Dasarnya siswa harus bisa memasarkan/mempromosikan barang/jasa  baik online maupun offline, sehingga materi VCT pun akhirnya saya tuangkan dalam silabus. sehingga semua kompetensi yang telah kami pelajari yaitu : membuat Flyer, membuat presensi, membuat room meeting, menjadi pemateri, menjadi host, menjadi moderator, merekam meeting, mengupload ke Youtobe, memendekan link, membuat qr code akan menjadi bagian materi di pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Dan saya sangat yakin materi-materi yang kami dapat di Batch 4 pun pasti akan cocok pula diterapkan disemua mata pelajaran.

Perkembangan selanjutnya, kami pernah dimintai membuat video testimoni mengikuti VCT. Sekali lagi the power of kapepet sehingga video pun akhirnya kami buat dengan cepat.  Ternyata moment itupun akhirnya membuat  saya semakin penasaran tentang video pembelajaran. Seru juga, pikir saya, materi ini pun tengah saya pelajari dan insya Alloh akan segera saya terapkan dalam pembelajaran.





Semua episode yang saya alami ini semakin menguatkan saya untuk segera berbenah mempersiapkan diri menjadi guru zaman now yang ditunggu para siswanya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan VCI  Bacth 4 Jabar, terima kasih telah membuka mata, telinga dan hati saya  sehingga bisa memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas.

VCI Batch 5 Jabar

Kabar terakhir yang saya dapatkan adalah bahwa pendaftaran Batch 5 Jabar sudah dimulai dan akan dilaksanakan di Bulan Agustus 2019 mendatang. Ini kabar gembira bagi guru-guru yang rindu akan perubahan, dan siap menyongsong era milenial. Ayo para guru, jangan sampai ketinggalan...ambil kesempatan ini karena kesempatan tidak akan datang dua kali....














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Guru Inspiratif, Why Not?